Paruru Daeng Tau Nabi Palsu dari Tana Toraja
Paruru Daeng Tau adalah warga Dusun Mambura, Lembang Buntu, Kecamatan Mengkendek. Tana Toraja, Sulsel, mendadak sebagai perbincangan hangat pada media sosial. Bukan tanpa karena, pria bertubuh tambun dari Gowa, Sulsel itu mengaku-ngaku nabi terakhir bagi umat Islam. Nabi palsu Paruru Daeng Tau diketahui sebagai pemimpin organisasi warga bernama Lembaga Pelaksana Amanah Adat & Pancasila (LPAAP). Organisasi ini mengaku Islam namun pada praktiknya nir sesuai menggunakan ajaran agama Islam. Dari ormas inilah Paruru berbagi genre sesat yang bertentangan menggunakan Islam hingga dirinya punya pengikut sekitar 50 orang atau 8 kepala keluarga.
Dalam aktivitasnya, Paruru mengaku sebagai nabi terakhir. Pengakuan ini bahkan sudah dilontarkannya sejak usang pada Kabupaten Gowa. Namun dalam ketika itu dirinya hanya menerima teguran berdasarkan tokoh masyarkat. Beberapa ajarannya yang dipercaya menyimpang diantaranya, salah hanya perlu dilakukan dua kali sehari, rapikan cara salat yang nir sinkron menggunakan syariat, dan nir perlu mentaati rukun Islam. Bahkan pengikutnya tidak perlu puasa waktu Ramadan, nir harus membayar zakat, dan nir wajib haji.
Melihat ajaran yg menyimpang tersebut, MUI Tana Toraja eksklusif mengeluarkan fatwa bahwa Lembaga Pelaksana Amanah Adat & Pancasila (LPAAP) tidak sinkron dengan ajaran agama Islam sehingga aliran tadi dipercaya sesat. MUI Tana Toraja meminta kepala Kantor Kementerian Agama Tana Toraja memberikan pelatihan kepada rakyat terkait aktivitas LPAAP yg menyimpang berdasarkan ajaran kepercayaan Islam. Ketua MUI Tana Toraja KH Ahmad Zainal Muttakin bahkan meminta kejaksaan Tana Toraja menutup seluruh aktivitas LPAAP. ?Kami meminta Kesbangpol buat tidak menaruh izin perpanjangan SKT pada LPAAP yang mengantongi SKT Kesbangpol Tana Toraja dari tahun 2016,? Pungkasnya. ![]()
Post a Comment for "Paruru Daeng Tau Nabi Palsu dari Tana Toraja"